Profil Desa Kedokangabus

1. Kondisi Desa
Secara umum kondisi Desa Kedokangabus sangat membutuhkan aspek hidrologi untuk pengendalian dan penataan air suatu wilayah, berdasarkan hidrologinya aliran air di wilayah Desa Kedokangabus membentuk dan membutuhkan saluran saluran irigasi naik untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan hidup sehari-hari. Tercatat beberapa sungai baik skala kecil maupun yang berupa selokan yang melintas di Desa Kedokangabus.

Disamping itu masyarakat Desa Kedokangabus bisa menggunakan sumber mata air dari perut bumi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selama setahun terjadi dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kamarau setalah dilakukan panen padi para petani memanfaatkan lahan pertanian dengan tanaman palawija, sedangkan pada musim penghujan yang biasanya dimulai bulan Desember petani bisa memanfaatkan lahan pertaniannya dengan tanaman padi.

2. Sejarah Desa
Desa Kedokangabus menjadi sebuah Desa diperkirakan pada tahun 1882, hal ini berdasarkan sumber dari cerita para tokoh tua yang masih mewariskan ceritanya kepada anak cucu dan tidak berdasarkan catatan tertulis sebagai referensi.

Pada zaman penjajahan Belanda, luas wilayah Desa Kedokangabus sangat luas yakni mencakup wilayah Desa Sumbon Kecamatan Kroya, yang kemudian pada tahhun 1982 di mekar menjadi 2 Desa yaitu Desa Kedokangabus dan Desa Sumbon yang masuk wilayah Kecamatan Kroya.

3. Demografi
3.1. Letak Geografis
Desa Kedokangabus terletak di Daerah Kawasan Indramayu, dengan luas Wilayah 741.181 Hektar yang terdiri dari Lima Blok dengan 5 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT) yang merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu. Dengan batas wilayah sebagai berikut :

Batas wilayah Desa Kedokangabus
Sebelah utara Desa Manggungan Kecamatan Terisi
Sebelah selatan Desa Sumbon Kecamatan Kroya
Sebelah timur Desa Plosokerep Kecamatan Terisi
Sebelah barat Desa Sekarmulya Kecamatan Gabuswetan

3.2. Topografi
Desa Kedokangabus merupakan Desa yang berada di daerah dataran, dengan ketinggian 8 Dpl (Diatas Permukaan Laut), dimana berbatasan langsung dengan desa di luar Kecamatan Gabuswetan diantarannya sebelah Timur berbatasan dengan Desa Plosokerep Kecamatan Terisi, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sumbon Kecamatan Kroya Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sekarmulya dan Rancamulya Kecamatan Gabuswetan serta Sebelah Utaranya berbatasan dengan Desa Manggungan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

3.3. Hidrologi dan Klimatologi
Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa, berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah Desa Kedokangabus merupakan aliran-aliran sungai/selokan dengan debit yang sedang dan kecil seperti:
1. Saluran Sampang
2. Saluran Jungkrang
3. Selokan Cibuaya
4. Selokan Sirah Banteng
5. Selokan Nagrak.

Karena di Desa Kedokangabus tidak ada sumber mata air yang dapat di gunakan oleh para petani untuk mengairi sawah, hanya mengandalkan dari saluran air yang kecil dari sungai cilalanang dan aliran sungai rentang.

3.4. Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Kedokangabus digunakan secara produktif, karena merupakan lahan yang subur terutama untuk lahan pertanian, jadi hanya sebagian kecil saja yang tidak dimanfaatkan oleh warga, hal ini pula menunjukan bahwa kawasan Desa Kedokangabus adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan wilayah menurut penggunaan sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini :

 

Luas Wilayah Menurut Penggunaannya

Sawah (Ha)

Darat  (Ha)

½ Teknis

Tadah Hujan

Sederhana

Pemukiman

Pertanian

Perkantoran

Perkebunan

Lainnya

240

-

420

547

-

3

1

-

 

4. Keadaan Sosial
4.1. Kependudukan
Tabel. 3
Kependudukan

Tahun 2016

Kependudukan

 

No

Tahun

Jumlah Penduduk

Jumlah KK

Laju Pertumbuhan

Lk

Pr

Jumlah

1.

2016

3.613

3.916

7.529

2.885

  

 

 

 

 

 

Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Tiap RW

Desa Kedokangabus Tahun 2016

 

No

RW / Dusun

Penduduk

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1.

Blok Pulutan RW 01

871

1.044

1.915

2.

Blok I RW 02

365

393

758

3.

Blok III RW 03

717

751

1.468

4.

Blok II RW 04

974

1.010

1.984

5.

Blok Rancaipik RW 05

686

718

1.404

Jumlah

3.613

3.916

7.529

 

4.2. Ketenaga Kerjaan
Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Kedokangabussampai akhir tahun 2016, masih menunjukan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup bannyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM dan banyaknya pencari kerja di Desa Kedokangabus adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK), Kondisi ini terus berlangsung di berbagi lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.

Jumlah angkatan kerja pada tahun 2016 sebanyak 348 orang, Jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak 48 orang, sedangkan sisanya sebesar 248 orang belum mendapatkan pekerjaan.

Untuk tahun 2016 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 129 Orang sedangkan pencari kerja perempuan 219 orang, sedangkan pencari kerja perempuan lebih banyak tersalurkan karena dari perusahaan-perusahaan terutama pabrik-pabrik lebih memprioritaskan tenaga kerja perempuan.

Dari segi Pendidikan, lulusan SLTA belum menempati urutan tertinggi dari jumlah prosentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 30%.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan.

Dari Tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2017 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan pekerjaan itu sendiri, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit dari pada pencari kerja.

Faktor lain yang menjadi pengaruh adalah Tingkat Skill dan Pendidikan yang ada di Desa Kedokangabus masih kalah dengan desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Gabuswetan, sedangkan para perusahaan lebih memprioritaskan yang bersekolah tinggi (Sarjana), meskipun sedikit demi sedikit di Desa Kedokangabus sudah mulai bermuncukan para Sarjana-sarjana Muda yang berpotensi.

4.3. Drainase
Sistem Drainase merupakan system pengaliran air hujan terdiri dari 2 (dua) macam system, yaitu system drainase melalui sungai, selokan atau saluran sekunder itulah yang disebut Drainase makro, dan ini menjadi system yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Kedokangabus Kecamatan Gabuswetan kabupaten Indramayu, serta system yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut juga Drainase Mikro.

Drainase makro sebagian besar dialirkan ke selokan-selokan atau sungai yang akhirnya bermuara menuju sungai-sungai yang berada didataran rendah kalau dari Desa Kedokangabus mengalir menuju Desa Rancamulya Kecamatan Gabuswetan tepatnya ke selokan Sampang dan Selokan Jungkrang.